Showing posts with label KELUARGA. Show all posts
Showing posts with label KELUARGA. Show all posts

Bagaimana Status Anak yang Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasannya

Bagaimana Status Anak yang Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasannya

Anak sah adalah anak yang dilahirkan setelah orang tuanya menjalani perkawinan yang sah.
Sedangkan perkawinan dinyatakan sah ketika dilaksanakan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya.

Sedangkan yang dimaksud dengan anak luar nikah, Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Neng Djubaedah menjelaskan sedikitnya ada dua faktor yang menyebabkan seorang anak dikategorikan luar nikah.

Pertama, adalah anak yang lahir tanpa adanya pernikahan sah. Dan kedua, adalah anak yang dibenihi sebelum pernikahan dan lahir setelah orang tuanya melakukan pernikahan.

Status hukum bagi anak luar perkawinan ialah ia tidak bernasab pada laki-laki yang menzinai ibunya. Ia tidak mengikuti nasab laki-laki yang menyebabkan kelahirannya, tetapi nasabnya mengikuti ibu yang melahirkannya.

Hal ini sebagaimana disabdakan Nabi SAW:

ولد زنا لأهل أمه من كانوا حرة أو أمة
“Anak dari hasil zina ialah untuk keluarga ibunya yang masih ada, baik dia wanita merdeka maupun budak” (H.R Abu Daud)

Maka hal ini berakibat pula pada hilangnya kewajiban atau tanggungan ayah kepada anak, dan hilangnya hak anak kepada ayah.

Antara keduanya adalah sebagai orang lain (ajnabiy). Secara nyata, akibat yang diterima anak dari hasil zina diantaranya adalah:

Pertama. Hilangnya martabat muhrim dalam keluarga. Bila anak itu wanita maka antara bapak dengan anak itu dibolehkan menikah.

Hal yang demikian dikemukakan oleh Imam Malik dan Syafi’I dengan mengatakan:

“Dibolehkan bagi seseorang, mengawini puterinya (anak zina), saudara perempuannya, cucu perempuannya, keponakan perempuannya yang semuanya itu dari hasil zina”

Akan tetapi menurut Abu Hanifah dan Imam Ahmad hal tersebut tidaklah manusiawi, artinya mereka menempatkan kedudukan manusia tetap pada tempatnya.

Walaupun anak itu lahir dari perbuatan zina, tetapi anak itu tetap sebagai anaknya menurut bahasa dan urf. Oleh sebab itu, haram pulalah anak itu terhadap bapaknya.

Meskipun demikian, dalam segi hukum anak itu bukanlah anak yang sah menurut syara’. Karena itu, ayah tersebut tidak bisa menjadi wali bagi anak perempuan ini bila ia hendak menikah.

Maka yang mungkin bisa menjadi walinya adalah wali hakim atau anak laki-laki ke bawah (jika ia seorang janda)

Kedua. Hilangnya kewarisan antara anak dengan bapaknya. Hukum Islam tidak menetapkan hubungan kewarisan terhadap anak zina dengan ayahnya, karena anak zina tidak mempunyai hubungan kekerabatan dengannya.

Sedangkan hubungan kekerabatan itu timbul atas dasar akad nikah yang sah sebagaimana yang telah ditentukan oleh syariat Islam. sebagaimana riwayat dari Ibn Abbas dinyatakan:

ومن ادعى ولدا من غير رشدة فلا يرث ولا يورث
“Siapa yang mengklaim anak dari hasil di luar nikah yang sah, maka dia tidak mewarisi anak biologis dan tidak mendapatkan warisan darinya.” (H.R Abu Daud).

Berdasarkan keterangan di atas, para ulama menyimpulkan bahwa anak hasil zina tidak mempunyai hubungan dengan ayahnya.

Nasabnya tidak bisa dihubungkan dengan nasab ayahnya karena jika dipaksakan, hukumnya haram sebagaimana disabdakan Nabi SAW:

من ادعى إلى غير أبيه وهو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام
“Siapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa dia bukan ayahnya, maka surga haram untuknya.” (HR. Bukhari)

Karena ia tidak dinisbatkan pada ayahnya, maka anak luar nikah ini seharusnya dinisbatkan pada ibu dan kerabat ibunya dan ia berhak mendapat warisan dari pihak ibu dan kerabat ibunya.

Tidak ada pengakuan dan pengesahan terhadap anak zina, karena hukum Islam hanya mengenal anak sah, yaitu anak yang lahir dari perkawinan suami istri yang sah menurut syara’.

Hal ini seperti telah diputuskan oleh nabi saw sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Amr ibn ‘Ash:

قَضَى النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ مَنْ كَانَ مِنْ أَمَةٍ لَمْ يَمْلِكْهَا أَوْ مِنْ حُرَّةٍ عَاهَرَ بِهَا فَإِنَّهُ لا يَلْحَقُ بِهِ وَلا يَرِث
“Nabi saw memberi keputusan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka tidak dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa tidak ada hubungan kewarisan antara anak zina dengan ayahnya.

Sebagai jalan keluar dalam hal ini, hubungan anak zina dengan ayah yang membuahinya dapat dihubungkan melalui jalan hibah atau wasiat bila sang ayah tersebut mau bertanggung jawab atas perbuatannya yang menyebabkan kelahiran anak itu.

Wallahu A’lam.

Sumber: bincangsyariah.com

Viral, Pernikahan Wanita 56 Tahun Dengan Duda Membuat WargaNet: Jodoh Indah Pada Waktunya

Viral, Pernikahan Wanita 56 Tahun Dengan Duda Membuat WargaNet: Jodoh Indah Pada Waktunya

Sebagai seorang manusia biasa, masalah jodoh memanglah sudah ada yang mengatur.
Ada yang dengan mudah mendapatkannya, tapi ada pula yang baru mendapatkan jodohnya di usia yang tak lagi muda.

Seperti sebuah kisah yang dialami wanita berusia 56 tahun.

Di usianya yang tak lagi muda, wanita 56 tahun baru dipertemukan dengan jodohnya.

Bahkan foto-foto pernikahan dan kisah pasangan ini menjadi viral di media sosial.

Kisah dan foto pasangan ini diunggah oleh sebuah akun Instagram @makasar_info pada Jumat (6/12/2019).

Sang nenek yang baru saja menikah ini bernama Hj. Hawang asal Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ia baru saja menemukan pujaan hati di usianya yang kini menginjak 56 tahun.

Di usianya yang hampir lanjut ini ia dipertemukan seorang laki-laki yang menjadi pasangannya.

Laki-laki ini adalah seorang duda tanpa anak. Duda ini bernama Sirajudin.

Untuk diketahui ini merupakan pertama kalinya Hj Hawang menikah.

Seorang fotografer yang ikut mengabadikan momen pernikahan pasangan tersebut juga ikut bahagia.

Meski tak lagi bisa dibilang muda, Hj Hawang akhirnya menemukan pasangan yang selama ini dicarinya.

Melalui akun Facebook Firman Fotography pada Rabu (4/12) Firman juga memberikan sedikit pesan.

“Jangan bersedih ketika jodohmu belum kau temukan. Karena sesungguhnya Tuhan sedang mempersiapkan jodoh yang terbaik untukmu”, tulisnya.

Tak cuman pesan, akun tersebut juga membagikan beberapa foto momen pernikahan Hj Hawang ini.

Pasangan ini nampak begitu bahagia dalam setiap momen pernikahannya.

Postingan ini pun Menuai berbagai komentar dari netizen.

“Jiwa kejombloanku bergetar,” tulis akun @sriandinisyukur.

“Aku liatnya malah sedih .. kenapa baru ketemu jodohnya takutnya nanti masa tua , gak ada anak yg ngurus,” komen akun @evaapril.

“Syedih jodoh yang terlambat tapi indah pada waktunya,” kata akun @juzi_27.

Sumber: tribunnews.com

Kisah Pilu Sumarsih Diusir Anak & Menantu Hingga Tidur di Emperan, Tetangga Diam-diam Beri Makan

Kisah Pilu Sumarsih Diusir Anak & Menantu Hingga Tidur di Emperan, Tetangga Diam-diam Beri Makan

Kisah pilu bak sinetron yang dialami seorang nenek bernama Sumarsih (59) viral di media sosial facebook.
Nenek tua renta itu mengaku diusir oleh anak dan menantunya hingga tidur di emperan.

Melansir dari Tribun Solo dalam artikel ‘Kisah Pilu Nenek Sumarsih, Ditemukan Tidur di Emperan, Ternyata ‘Diusir’ oleh Anak dan Menantu’, kisah viral itu diunggah oleh seorang netizen bernama Candy Christiana.

Dalam postingannya, Candy menceritakan kisah pilu yang dialami Sumarsih yang tinggal di sebuah rumah kontrakan daerah Bonorejo RT 04/ RW 17, Nusukan, Solo.

Ia tinggal bersama anak laki-laki, menantu, dan beberapa cucunya.

Menurut Candy, di usia senjanya, Sumarsih harus menghadapi kenyataan pahit yakni ia diusir anak dan menantunya dari rumah itu.

Akibatnya, nenek renta itu harus tinggal dan tidur di emperan rumah kosong yang berada tak jauh dari rumah kontrakan itu, yakni Bonorejo RT 03/ RW 17, Nusukan Solo.

Menurut Candy, dia tahu kisah Nenek Sumarsih karena sering nongkrong di warung dekat rumah Sumarsih.

Candy mengatakan, Sumarsih sudah tinggal di emperan rumah kosong beberapa minggu.

“Ibu sepuh tadi sebenarnya sudah tinggal di sana (emperan rumah) berhari-hari atau mungkin beminggu-minggu karena anak dan menantu mengusirnya,” ucap Candy kepada TribunSolo.com, Rabu (4/12/2019).

Menurut Candy, Sumarsih bahkan sempat mendapat perlakuan yang kurang pantas dari keluarganya saat dia tak tinggal lagi di rumah kontrakannya.

Perlakuan itu didengar Candy dari penuturan teman-teman yang tinggal di daerah Bonorejo.

“Teman-teman di wedangan cerita, pakaiannya itu juga dikencingi sama cucunya, terus juga pernah dilempari batu-batu kecil,” tutur Candy.

“Pakaian-pakaiannya juga dibuang-buangi, ibunya pergi terus kembali lagi ke situ, pakaiannya dibuang lagi, balik lagi dibuang lagi,” imbuhnya membeberkan.

Candy mengungkapkan, Sumarsih tidak pernah diberi perhatian sama keluarga anak laki-lakinya itu.

Bahkan soal urusan perut, Sumarsih harus mengandalkan uluran tangan tetangga-tetangganya.

“Tetangga yang mau memberi makan jika ketahuan sama anaknya nanti dimarahi,” ungkap Candy.

“Penjual HIK, warung sate kere sampai kasihan sama ibu itu, kemudian sembunyi-sembunyi memberi makan, saat ketahuan anak dan menantunya dimarahi,” tandasnya.

Status dari Candy ini kemudian menjadi viral. Bahkan, dari status Candy ini, kemudian timbul gerakan untuk menyelamatkan Sumarsih.

Sumarsih akhirnya dibawa ke Griya Palang Merah Indonesia (PMI) Peduli, Mojosongo, Solo.

Candy mengemukakan, keputusan untuk membawa ke tempat perawatan itu merupakan inisiatif sejumlah warga Bonorejo.

Keputusan tersebut tercetus setelah perbincangan di Wedangan Dodo, Nusukan, Solo pukul 08.00 WIB.

“Saya pergi ke Wedangan Dodo pukul 08.00 WIB, berbicara soal membawa Sumarsih ke sana, kemudian mereka sepakat membawa kesana,” ujar Candy kepada TribunSolo.com, Rabu (4/12/2019).

Candy mengungkapkan, sejumlah warga sudah menanyai Sumarsih terlebih dulu sebelum pembicaraan di wedangan itu.

“Teman-teman sudah tanya dulu ke ibunya, ternyata mau, mereka sepakat teman saya, saya minta foto ibunya, foto dikirimkan pak Martono, kemudian saya ceritakan kronologinya,” ungkap Candy.

“Tim datang ke lokasi sebelum pukul 10.00 WIB, mereka langsung datang naik mobik grand max ke lokasi,” imbuhnya membeberkan.

Tim yang tiba di lokasi langsung memeriksa kesehatan dan menghibur Sumarsih.

“Datang ke lokasi periksa kesehatan, langsung dihibur dipeluk-peluk, dikuatkan, ditanyain mau tidak tinggal di sana, kemudian ibunya tanya, mau ngapain di sana, boleh bantu-bantu masak, kemudian ibunya langsung mengiyakan, terus nangis,” tutur Candy.

Candy menuturkan, anak Sumarsih kemungkinan tahu ibunya dibawa menuju ke Griya PMI Peduli.

“Waktu dijemput, anak laki-laki tahu, tapi pura-pura tidak tahu,” tandasnya.

Pengakuan Sumarsih
Di sisi lain, Sumarsih mengatakan kalau ia minggat dari rumah dengan niatan sendiri.

Ia melakukan itu, setelah mendengar menantunya, menginginkan dia pergi dari rumah.

Sumarsih mengatakan, pengusiran itu berawal dari pertengkaran antara anak laki-lakinya dengan istrinya pagi ini sekira pukul 05.00 WIB.

“Pagi sudah bertengkar sama istrinya, terus saya bilang, sudahlah mengapa pagi-pagi ini bertengkar, terus saya diingatkan, ibu jangan ikut-ikut,” tutur Sumarsih.

Sumarsih menduga pertengkaran itu karena menantunya menginginkan dirinya untuk pergi dari rumah.

“Menantu saya minta saya pergi atau dia yang pergi, tapi itu hanya saya dengarkan saja, tidak saya jawab, hanya saya dengarkan,” terangnya.

Sumarsih mengaku dia langsung merapikan pakaian-pakaian yang bisa dia bawa.

“Saya merapikan pakaian, terus saya bilang : ‘tidak usah bertengkar, aku pergi saja’. Tapi (saat itu) saya tidak tahu mau pergi ke mana, ke tempat siapa,” akunya.

Sumber: tribunnews.com

Berpisah Selama 20 Tahun, Ibu dan Anak dari Palestina Ini Bertemu kembali

Berpisah Selama 20 Tahun, Ibu dan Anak dari Palestina Ini Bertemu kembali

Seorang ibu dan anak di Palestina akhirnya dipertemukan lagi setelah berpisah 20 tahun lamanya. Adalah wartawan Palestina Amjad Yaghi yang kala itu baru berusia sembilan tahun terpaksa berpisah dengan sang ibu saat harus meninggalkan Jalur Gaza ke Mesir untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah kepergiannya dari Gaza pada 1999, ibu Yaghi, Nevine Zouheir, tidak dapat kembali ke Gaza lantaran sakit tulang belakang yang diderita, yang mengharuskannya menjalankan operasi.

Meski telah berupaya 14 kali untuk melihatnya, Yaghi tidak bisa keluar dari Gaza karena kelompok Hamas mengambil kendali wilayah tersebut pada 2007 dan Israel dan juga Mesir memberlakukan blokade yang mencakup pembatasan perjalanan.

Yaghi diundang untuk menghadiri konferensi di luar negeri, namun ia menerima izin perjalanan hanya setelah acara tersebut selesai, membuatnya tak memiliki alasan yang tepat untuk menyeberangi perbatasan.

Hingga akhirnya kini di Yaghi diberikan visa untuk memasuki Mesir melalui Jordania dan ia pun menuju apartemen ibunya di Kota Nile Delta, Benha pada Senin.

Saat sang ibu melihatnya dari balkon, ia pun meneriakkan nama putranya itu. Zouheir bergegas turun untuk memeluk anaknya dan mereka saling berpegangan erat melepas rindu.

“Begitu sulit, mengetahui kamu bisa meninggal tanpa mewujudkan impianmu, tanpa melihat keluargamu yakni ibumu,” kata Yaghi, yang mengalami luka akibat konflik bersenjata dengan Israel pada 2009.

“Di setiap situasi, kamu membutuhkan seorang ibu. Memang, saya berusia 29 tahun. Tetapi saya membutuhkan ibu di samping saya,” katanya.

“Saya memiliki saudara yang semuanya hebat, tetapi seorang ibu penting di sebuah negara yang hidup di bawah pendudukan.”

Terkait masalah keamanan, Israel menjaga ketat kontrol terhadap pergerakan warga Palestina di dalam dan di luar Jalur Gaza, yang dirampas oleh Israel dalam Perang Timur Tegah 1967.

Mesir hanya sesekali membuka perbatasan di kota Rafah untuk memperbolehkan orang-orang tertentu melintas, seperti pemegang paspor asing, pelajar dan mereka yang membutuhkan perawatan medis.

SUMBER: ANTARA/REUTERS

Baju Pengantin Terendam Banjir, Pasangan Ini Menikah Kenakan Kemeja dan Kaos

Baju Pengantin Terendam Banjir, Pasangan Ini Menikah Kenakan Kemeja dan Kaos

MALAYSIA–Pasangan pengantin asal Malaysia, Maizatul Akmal Moh Razmi (29) dan Aliff Taufiq Alin Azman (28) harus menghadapi tantangan di hari bahagia mereka berdua. Pasalnya, mobil pengantin yang mereka tumpangi terjebak dalam banjir pada Jumat (29/11/2019) pekan lalu.
Akibatnya, air dan lumpur dari banjir merusak baju kedua pengantin tersebut. Dilansir World of Buzz, dalam sebuah video yang viral di Twitter memperlihatkan mobil mereka dibanjiri air hingga masuk ke bagian dasbor.

Pasangan tersebut berada di kursi belakang. Mereka berusaha menghindari air agar bajunya tak terendam air banjir yang berlumpur. Akan tetapi, mereka tetap tak bisa menyelamatkan bajunya lantaran mobil mogok di tengah banjir. Alhasil, mereka terpaksa berendam di air banjir untuk bisa menyelamatkan diri.

Namun meski gaunnya rusak, niat menikah pasangan tersebut tak tergoyahkan. Seharusnya acara berlangsung pada pagi hari. Namun, mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan pernikahan setelah shalat asar dengan pakaian rumahan.

Tampak sang suami mengenakan kemeja dan sarung sementara sang istri memakai gamis berbahan kaus. Pasangan menikah dengan kaus dan kemeja. “Pernikahan mereka seharusnya berlangsung pagi ini tetapi ditunda ke Asar di rumah pengantin wanita untuk upacara singkat,” lapor media Bernama di Twitter.

SUMBER: WOB

Potret Ayah dan Anak di Tengah Macet Ini Bikin Hati Terenyuh

Potret Ayah dan Anak di Tengah Macet Ini Bikin Hati Terenyuh

Kemacetan sudah bukan lagi hal yang baru di Indonesia, terutama di kota-kota besar.
Macet sudah jadi sahabat akrab masyarakat modern. Betapa menyebalkannya terjebak di tengah kemacetan.

Dikejar waktu saat udara panas dan sinar matahari yang menyengat.

Belum lagi ditambah dengan suara klakson yang tampak tiada henti berbunyi, bikin tambah stres.

Namun belum lama ini, ada foto seorang ayah dan anak di tengah kemacetan yang viral di media sosial.

Foto ini sebenarnya sederhana. Namun maknanya mengajarkan bahagia itu sederhana.

Bahkan di tengah kemacetan yang menjengkelkan saja, seseorang bisa bahagia dengan caranya sendiri.

Potret tersebut awalnya diunggah oleh akun Twitter @Lexandroi. Ia seorang pengemudi mobil yang terjebak macet di sebuah jalanan.

Di sebelah kiri mobil yang ia kendarai, ada pemotor laki-laki yang sedang membonceng anaknya. Mereka juga terjebak macet.

Tampaknya, kemacetan membuat mereka punya waktu untuk mengobrol. Keduanya pun diceritakan saling lempar canda sambil menunggu kemacetan terurai.

Diceritakan oleh pemilik akun @Lexandroi, sang anak perempuan itu meminta ayahnya untuk melihat ke kaca mobil. Kaca tersebut mampu merefleksikan sosok mereka berdua.

“Pas dijln mumet grgr macet dan brisik Klakson. Tbtb liat ade ini sama bapa nya lagi bersunda gurau dgn ceria.

Obrolan mereka kurang lebih

‘Pa, liat ke kaca. Teteh cantik ya’

‘Iya teh, teteh paling cantik dihati bapa.’

trs mereka berdua senyum2 dan ketawa2. YOU MADE MY DAY,” ujar akun @Lexandroi seperti brilio.net lansir dari cuitannya pada Kamis (21/11).

Hanya melihat pemandangan seperti itu, hati sang pengunggah foto pun merasa terenyuh. Ia tak lupa untuk memotret dua sosok yang membuat adem dari panasnya kemacetan di jalan saat itu.

Tak hanya pemilik akun @Lexandroi saja yang merasakan hal itu. Banyak warganet yang ikut terharu ketika membaca cuitannya di Twitter.

Hingga kini cuitan tersebut telah di-retweet sebanyak lebih dari 11 ribu kali. Ternyata bahagia itu sederhana ya.

“Aku baca ini langsung nangis. Tiap ada kaya gini langsung netes. Bahagia emang bener2 sesederhana itu,” tulis akun @mrnpinkeu.

“Ini sebuah Cerita yang simple tapi Wah membuat saya Terharu,” ujar akun @ranggereni.

“Apalah daya gw yg selalu jauh dari ortu karena kerjaan, jadi kangen:(,” kata akun @mantumu_mak.

Sumber: brilio.net

Membalas Curhatmu: Titipan Rindu Buat Ayah, Sosok yang Mencintai Diam-Diam di Balik Galaknya Ucapan

Membalas Curhatmu: Titipan Rindu Buat Ayah, Sosok yang Mencintai Diam-Diam di Balik Galaknya Ucapan

Apa yang saya ingat tentang Ayah? Menjawab pertanyaan ini, saya jadi teringat lagu Ikhsan Skuter yang berjudul “Yang Kuingat Darimu”. Sebuah lirik sederhana yang mampu menggambarkan dengan tepat gambaran saya terhadap sosok Ayah.
“Yang kuingat darimu, dirimu selalu bernyanyi di pagi dan sore hari sambil memandikan aku. Yang kuingat darimu, kau bisa membuat masakan yang enak di saat Ibu bepergian. Yang kuingat darimu, terkadang dirimu joget dan melucu agar kami semua tertawa bahagia…”

Topik #miscur kali ini sesungguhnya cukup berat untuk saya. Mengenang sosok Ayah adalah momen yang sangat membingungkan. Kenangan itu menyenangkan sebab saya membayangkan masa kecil yang begitu aman. Namun, kenangan itu juga menyimpan pedih, mengingat saya belum bisa membuat Ayah bangga sampai beliau tutup usia.

Dengan iringan lagu Ikhsan Skuter, saya akan membaca titipan cerita untuk Ayah dari teman-teman yang sudah mengikuti #Miscur edisi 21 November 2019 dengan topik Ayah. Selamat berurai air mata!

1. Ayah, sosok yang selalu ingin selalu ada dan tampil sempurna di balik keterbatasannya

Barangkali Ayah bukan sosok yang sempurna. Entah fisiknya yang sudah mulai melemah, atau perangainya yang terkadang terlalu keras. Namun, apa pun kondisinya, Ayah akan selalu bersikap baik-baik saja untuk tampil sempurna di depan sang anak. Dengan begitu, mereka bisa selalu mengandalkannya.

2. Ketika kesempatan untuk mengenal sang Ayah itu tiada, yang bisa dilakukan hanyalah berdoa

Dengan segala kondisi yang kamu alami, doa adalah cara terbaik untuk menyampaikain rindu kepada Ayah. Karena, tenang saja, doa tak pernah salah alamat.

3. Barangkali Ayah adalah sosok yang merindukan masa lalu saat sang anak sudah beranjak dewasa

Saya belum pernah dan tidak pernah menjadi sosok Ayah. Namun, saya bisa membayangnya tebalnya ambigu yang dirasa ketika sang anak mulai dewasa. Di satu isi, ia bangga karena sang anak sudah beranjak mandiri dan bisa mengurus dirinya sendiri. Namun di sisi lain, ia pun cemas dan gelisah, sebab akan tiba saatnya sang anak akan pergi dari rumah untuk hidupnya sendiri, serta dirinya tidak “dibutuhkan lagi”.

4. Kalau ditanya, mungkin Ayah juga ini ada 24/7 dengan keluarga. Tapi kewajiban sebagai kepala rumah tangga tak bisa diabaikan juga

Selama ini memang sosok ibu yang digambarkan lebih dekat dengan anak. Sebab, sementara Ayah sibuk bekerja, Ibu yang selalu ada dan mengajari bicara hingga membaca. Mungkin bila ditanya, Ayah juga ingin punya kesempatan yang sama. Selalu berada di sisi anaknya dan memandunya menjadi dewasa. Namun, kewajibannya sebagai pencari nafkah harus merelakan itu semua. Sebab, kebutuhan keluarga, bagaimanapun, harus dicukupi juga.

5. Cerita tentang kelapangan hati seorang anak yang tetap mendoakan meski yang sang ayah memilih meninggalkan

Selamat dan terima kasih karena kamu bisa bersikap begitu dewasa menyikapi fakta sakitnya ditinggalkan. Doa terbaik untuk kamu dan Ibu, semoga bisa menemukan kehidupan yang senantiasa baik-baik saja.

6. Nggak semua anak memiliki kenangan manis tentang sosok Ayah

Barangkali Ayah bagimu bukanlah sosok ideal yang digambarkan. Mungkin banyak kata-katanya yang menyakiti hatimu. Barangkali banyak dari sikapnya yang tak bisa kamu kenang, apalagi tiru. Tapi untuk sekarang, kamu bisa melakukan banyak hal-hal baik untuk membuktikan bahwa kamu tidak seperti apa yang sering Ayah katakan padamu.

7. Perpisahan rumah tangga tidak memutus kasih sayang seorang Ayah kepada anaknya

Setiap perpisahan pasti ada sebab dan alasan. Sebagai anak, sudah pasti kita ingin punya orangtua yang lengkap dan tinggal satu atap. Namun, kita toh tidak pernah tahu rasanya menjadi orangtua yang dipaksa bersama untuk sang anak. Benar, terasa sia-sia jika kita menyesalkan apa yang terjadi di masa lalu, sedang perpisahan itu nggak menghalangi kasih Ayah padamu.

8. Panggilan Ayah memang tak terbatas ikatan darah

Sebutan Ayah tak selalu ditentukan oleh ikatan darah. Sebab sosok Ayah, bisa muncul dalam diri siapa saja.

9. Ikhlas tidak ikhlas, setiap manusia memiliki waktu terbatas untuk hidup di dunia

Cerita ini mengingatkan bahwa setiap orang memiliki waktu yang terbatas di dunia. Begitu juga dengan Ayah dan Ibu. Ketika kita sibuk bekerja dan mengejar mimpi, Ayah dan Ibu juga menua. Uban semakin banyak, dan tubuh tak lagi sekuat dulu. Ketika akhinya orangtua meninggalkan kita untuk selamanya, pasti ada sesal karena merasa belum cukup membanggakannya.

10. Kisah seorang Ayah penderita demensia, tetapi masih tetap mengingat kenangan tentang istri dan anak-anaknya

Pada saatnya nanti, orangtua termasuk Ayah akan kehilangan kedewasaan dan kehilangan kemandirian. Saat itu tiba, kita membutuhkan hati yang lapang dan kesabaran yang besar untuk bisa merawat mereka. Dulu, mereka merawat kita ketika belum bisa apa-apa. Kini, giliran kita yang merawat mereka ketika mereka tidak lagi bisa apa-apa.

Tidak semua anak memiliki kesempatan untuk membuat kenangan yang indah dengan sosok Ayah. Ada yang sejak kecil dipisahkan oleh takdir sejak masih begitu belia hingga kenangan itu tidak banyak tercatat, ada juga yang kehilangan figur Ayah dari laki-laki yang sehari-hari ia panggil Ayah. Bagaimanapun, setiap kenangan ini patut kita harga. Doa terbaik untuk seluruh Ayah di dunia ini, dan peluk terhangat untuk kalian semua yang merindukan sosoknya.

Sumber : https://www.hipwee.com/hubungan/curahan-hati-anak-untuk-ayahnya/

Kisah Pengantin Ijab Kabul di Samping Jenazah Ibunya

Kisah Pengantin Ijab Kabul di Samping Jenazah Ibunya

SEORANG ibu meninggal dunia tepat saat hari pernikahan anaknya. Akhirnya, sang anak harus melakukan ijab kabul di samping jenazah sang ibu.
Kisah yang terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, beberapa bulan lalu ini dibagikan oleh pemilik akun Facebook Desliwanti. Dia menulis kisah sang kakak yang wafat di hari pernikahan anaknya.

Tentu saja ini menjadi momen menyedihkan di tengah kebahagiaan.

“Ijab qabul disamping jenazah ummi tercinta. ” Bahagia dengan deraian air mata” Semoga tabah dan bahagia Nak,” tulis Desliwanti.

Desliwanti di status sebelumnya pernah mengunggah kabar bahwa ibu pengantin itu terbaring sakit tak lama sebelum pernikahan anaknya.

Namun kemudian pada Jumat lalu 12 Juli 2019, perempuan tersebut mengabarkan kakaknya meninggal dunia tepat tiga jam sebelum acara ijab kabul dilaksanakan.

Tak berapa lama, kedua mempelai langsung melakukan ijab kabul tepat di samping jenazah sang ibu. Usai dinyatakan sah menjadi suami istri, pengantin ini tak lupa mencium mendiang ibu untuk terakhir kalinya.

Viral di Facebook, unggahan ini pun dibagikan lebih dari 4.000 kali. Banyak warganet yang menyampaikan doa dan simpatinya untuk keluarga yang ditinggalkan.

“Itu la nama nya jodo kematian Tiada yg tau. Allah Telah menunjukkan kebesaran nya kepada kita semua,” kata akun Wandi Die.

“Baru baca captionnya ajaa hatiku hancur x kehilangan malaikat nyata dihari pernikahan,” ujar akun Yulianti Abimayu.

“Samawa u nak ibuk d smga bdri ksabaran…smga ibundanya khusnul khtimah ya buk aaamiin,” tulis akun Ami Rahmi.

Sumber : islampos.com