Showing posts with label BERITA. Show all posts
Showing posts with label BERITA. Show all posts

Rela Jadi Kursi untuk Istri, Tingkah Suami Ini Dapat Pujian

Rela Jadi Kursi untuk Istri, Tingkah Suami Ini Dapat Pujian

Saat hamil, seorang istri memerlukan perhatian penuh dari suaminya. Sebab melewati masa kehamilan tidak pernah mudah.
Mulai dari morning sickness, rasa lelah, pegal-pegal, hingga sulit bergerak karena perut yang semakin membesar.

Mendapatkan perhatian dari suami ketika hamil dapat membuat istri merasa senang. Dengan begitu ia bisa melewati masa kehamilan dengan lebih mudah.

Baru-baru ini, seorang pria di China mendapatkan pujian dari banyak pengguna media sosial karena perhatian yang diberikan kepada istrinya yang tengah hamil.

Melansir Pluralist, Selasa (10/12/2019), hal ini bermula dari video yang beredar di media sosial.

Dalam video terlihat pria yang tidak diketahui namanya itu menawarkan diri untuk menjadi kursi bagi istrinya.

Kebetulan mereka tengah berada di suatu rumah sakit menunggu antrean untuk kontrol ke dokter dan tidak ada kursi kosong. Padahal kaki sang istri sudah mati rasa.

Dari video yang dibagikan oleh polisi Hegang itu tampak sang pria membungkuk agar istrinya bisa duduk di punggungnya.

Tak hanya itu, saat sang istri tengah duduk, pria tersebut juga menawarkan minuman.

Terdengar polisi yang merekam video berkata, “Suami yang baik.” Polisi juga menyindir orang-orang yang tidak mau memberikan kursi.

Senada dengan polisi tersebut, banyak pula pengguna media sosial yang memuji tindakan sang suami. Beberapa mengatakan pria tersebut bukanlah orang yang egois.

“Buatlah dirimu seorang pria yang mengabdi padamu,” kata seorang pengguna media sosial di Twitter. “Pria sejati melakukan ini setiap hari dengan cara yang berbeda,” tulis yang lainnya.

Ada pula yang mengomentari tindakan sang pria jarang terjadi dalam masyarakat patriarki.

Sebab hingga saat ini masih ada yang menganggap posisi suami berada di atas dan ketika istri hamil itu bukan masalah baginya.

“Akhirnya para lelaki melakukan sesuatu yang relevan,” tandas seorang pengguna. Menurut Anda, bagaimana tindakan pria tersebut?

Sumber: okezone.com

Mahfud MD: Jangan Lawan Kekuasaan Mengatasnamakan Islam Dengan Kekerasan

Mahfud MD: Jangan Lawan Kekuasaan Mengatasnamakan Islam Dengan Kekerasan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa agama Islam tidak mengajarkan umat manusia melawan kekuasaan dengan mengatasnamakan Islam dengan cara kekerasan.
Mahfud mengatakan Islam adalah agama yang Rahmatan Lil-Alamin.

“Islam adalah Rahmatan Lil-alamin (Rahmat bagi semesta) sehingga kita jangan merasa mau melawan kekuasaan mengatasnamakan Islam dengan kekerasan. Ndak ada ceritanya melawan pemerintah atau mengajak orang lain masuk Islam dengan kekerasan,” ujar Mahfud, dikutip dari Antara.

Hal tersebut disampaikan Mahfud pada acara Silaturahim Ulama, Umara, TNI, dan Polri di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (7/12/2019).

Mahfud juga menceritakan perjuangan Nabi Muhammad SAW saat masih hidup hingga wafat tidak pernah sekali pun memaksa manusia masuk Islam dengan cara memaksa maupun kekerasan.

Demikian pula, dengan kondisi negara Indonesia yang diragami dengan banyak perbedaan namun dapat bersatu karena berdasar Pancasila.

“Negara Pancasila, Islam sekarang ini sudah bagus sehingga mari kita kembangkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah,” ujar Mahfud.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan acara pertemuan antara ulama, umara, TNI, dan Polri adalah untuk menanggulangi gejala radikalisme dan ekstrem yang tidak sesuai dengan prinsip berbangsa dan bernegara.

“Pada acara yang dihadiri sekitar 2.500 peserta terdiri atas ulama, umara, TNI, dan Polri ini sepakat bahwa apapun kondisinya, negara Indonesia harus dipertahankan,” kata Asip.
.
Sumber: detik.com

Shaykh Ali Mustafa: Saya Belum Pernah Menemukan Negara Penuh Berkah Seperti Indonesia

Shaykh Ali Mustafa: Saya Belum Pernah Menemukan Negara Penuh Berkah Seperti Indonesia

Nama Shaykh Ali Mustafa mungkin masih asing di telinga sebagian orang. Namun di kalangan para musisi, Ali Mustafa bukan lagi orang baru. Ia adalah bassis grup band Debu yang juga bertugas mengawasi dan mengatur semua teknis konser Debu.
Shaykh Ali Mustafa mulai terjun di dunia rapp melalui lagu solo perdananya yang berjudul “Lagi Mantap.” Pada Rabu (27/11), pria kelahiran Amerika ini menunjukkan kebolehan rappnya di hadapan jamaah kajian Piknikustik yang diselenggarakan Komuji Jakarta.

Performance pertama dimulai dengan menyanyikan lagu berjudul “Muhammad SAW.” Lagu yang menceritakan keistimewaan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW ini dinyanyikan ala rapp musik hip hop.

Usai melantunkan rapp pertamanya, Ali Mustafa sempat menyampaikan kekagumannya pada Indonesia. Ia mengaku bangga dan beruntung tinggal di negara ini. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang penuh berkah.

“Saya sudah 20 tahun tinggal di Indonesia. Saya merasa sangat beruntung tinggal di negara ini. Saya asli Amerika, sudah keliling dunia, mulai dari Turki, Arab, Eropa, Asia, dll. Namun saya belum pernah menemukan suatu negara yang penuh berkah seperti Indonesia,” ucap Ali Mustafa sebelum menampilkan lagu kedua.

Atas kecintaannya pada Indonesia, Ali Mustafa mempersembahkan lagu berjudul “Indonesiaku” ditemani Muin, putra lelakinya. Melalui rapp ini, Ali Mustafa menyampaikan kekagumannya pada Indonesia.

Untaian liriknya menggambarkan bahwa Indonesia adalah negara dengan beragam budaya, tanahnya luar biasa indah, suasananya aman, bahkan dari bangun pagi sudah terdengar suara azan. Masyarakat Indonesia hidup damai dan saling menghormati, bahkan di Indonesia ada budaya silaturahmi. Sungguh negara yang penuh berkah dan dikagumi.

Sumber : islami.co

Jalani Sidang, Ini Sosok Penganiaya Wanita Hamil Berjilbab di Australia

Jalani Sidang, Ini Sosok Penganiaya Wanita Hamil Berjilbab di Australia

AUSTRALIA–Terdakwa kasus penganiayaan terhadap seorang wanita hamil berjilbab di Sydney, Stipe Lozina, mulai diperiksa di pengadilan magistrasi, Kamis (5/12/2019), waktu setempat. Dalam kasus yang menjeratnya, terdakwa menolak didampingi pengacara.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 20 November lalu di salah satu kafe di daerah Parramatta. Sejak kejadian tersebut, pelaku pun langsung ditangkap polisi dan ditahan.

Hakim Andrew Millar yang memimpin persidangan magistrasi sampai empat kali menanyakan kepada terdakwa, apakah mau didampingi pengacara yang disiapkan untuknya, dengan mempertimbangkan beratnya dakwaan.

“Dakwaan-dakwaan ini sangat berat dan memiliki konsekuensi signifikan bagi terdakwa,” ujar Hakim Millar dilaporkan ABC News.

Persidangan magistrasi bertujuan untuk menetapkan apakah suatu kasus akan dilanjutkan ke peradilan umum untuk proses pembuktian suatu kasus.

Pria berusia 43 tahun ini diadili tanpa kehadiran secara fisik di Pengadilan Magistrasi Parramatta, namun hanya melalui tautan video dari ruang tahanan.

Korban penganiayaan bernama Rana El Asmar (31) sedang ngobrol bersama dua rekannya di salah satu kafe, ketika terdakwa tiba-tiba masuk dan mendekati meja mereka.

Dalam rekaman CCTV terlihat, wanita yang hamil besar ini dipukuli berkali-kali di wajahnya dan setelah terjatuh, lalu diinjak pula kepalanya oleh terdakwa.

Perbuatan Lozina ini terhenti hanya setelah sejumlah orang di TKP berhasil menjauhkan dia dari korban.

Menurut Kepolisian Negara Bagian New South Wales (NSW), korban dan rekannya sama sekali tidak mengenal pelaku.

Dalam sidang kemarin terungkap, Lozina juga didakwa dengan dua tuduhan terpisah, yaitu melakukan intimidasi terhadap dua wanita beberapa minggu sebelum penganiayaan terhadap Rana.

Kepolisian NSW menyatakan, ada dua wanita lain masing-masing berusia 29 dan 63 tahun, yang melaporkan tindakan intimidasi dari Lozina yang terjadi di pusat perbelanjaan di daerah Liverpool pada 1 Oktober lalu.

Terhadap dakwaan intimidasi terhadap kedua wanita itu, terdakwa Lozina kemarin telah mengaku bersalah.

Solidaritas Ratusan Ribu Warga Turki untuk Masjidil Aqsha dan Muslimin Dun…
Dia juga setuju untuk menjalani pemeriksaan kesehatan mental sebelum diajukan ke persidangan berikutnya, 13 Desember.

Polisi menyatakan perbuatan terdakwa terhadap Rana el Asmar kemungkinan dilatarbelakangi motif Islamophobia. Saksi-saksi di TKP menyebutkan pria itu melontarkan ujaran anti-Muslim kepada Rana sebelum melakukan penganiayaan.

Federasi Dewan Islam Australia (AFIC) menyebut perbuatan Lozina itu sebagai tindakan pengecut.

“Ini jelas serangan rasis dan Islamophobia. Kami harap kasus ini ditangani sebagai kasus Islamophobia,” ujar Ketua AFIC Dr Rateb Jneid dalam sebuah pernyataan.

Beberapa hari sebelum kejadian, Charles Sturt University merilis laporan tentang meningkatnya kasus Islamophobia di Australia yang telah meluas di tempat umum.

Laporan itu menyebut, dari seluruh kasus Islamophobia di tempat umum pada tahun 2016 dan 2017, lebih setengahnya terjadi di tempat yang memiliki penjaga keamanan.

Dari 349 kasus, sekitar tiga perempat dilakukan terhadap perempuan. 96 persen korban perempuan ini mengenakan jilbab.

SUMBER: ABC Indonesia

Ketauan Warga, Cowok Pakai Jilbab Masuk ke Kamar Kos Pacarnya

Ketauan Warga, Cowok Pakai Jilbab Masuk ke Kamar Kos Pacarnya

Hati-hati yang punya anak cewek jauh dari orang tua.
Sudah terlalu bejat moral anak muda zaman sekarang!!

Apalagi tujuannya modus ini, kalau tidak hal yang tidak baik... Modus berhasil dibongkar karena hal ini...!

Modus aneh seorang cowok yang menyamar menjadi cewek dengan mengenakan jilbab.

Hal ini dilakukannya agar bisa masuk ke kamar kos pacarnya untuk bisa melancarkan aksi mesumnya.

Tindakan asusila ini terjadi di Kediri.

Pelaku yang merupakan seorang cowok, mengenakan jilbab dan cadar untuk mengelabui masyarakat agar bebas masuk ke kos kekasihnya.

Masyarakat Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri menggrebek tempat kos yang diduga menjadi ajang mesum itu.

Karena tempat kos khusus cewek, ada penghuninya yang membawa cowok ke dalam kamar kosnya.

Laporan penggrebekan tempat kos ini bermula dari laporan petugas Babinsa Kelurahan Bandar Lor.

Karena warga geram ada pasangan bukan suami istri berduaan di dalam kamar kos.

Dari hasil interogasi warga pasangan pria berinisial ASB (18) dan perempuan AF (18) keduanya warga Kabupaten Tulungagung yang kos di Kelurahan Bandar Lor.

Dari kesaksian warga, cowok yang masuk kamar kos cewek ini dilakukan dengan menyamar memakai jilbab dan cadar.

Namun kedok itu terungkap setelah warga melihat sejumlah kejanggalan pakaian yang dikenakan.

Meski memakai penutup jilbab, namun pakaian yang dikenakan tak mencerminkan busana muslim karena tampak memakai kaos berlengan pendek, sandal yang dipakai juga sandal pria.

Pakaian dan sandal itu yang mengundang kecurigaan warga sekitar tempat kos.

Setelah kamar kosnya digrebek warga ternyata benar yang masuk adalah pria.

Pasangan yang masih berstatus pelajar ini kemudian dibawa untuk diamankan ke rumah Ketua RT.

Selanjutnya kejadian penggrebek itu dilaporkan kepada petugas Satpol PP Kota Kediri.

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menjelaskan, setelah menerima pengaduan masyarakat, petugas meluncur ke rumah Ketua RT.

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menjelaskan, setelah menerima pengaduan masyarakat, petugas meluncur ke rumah Ketua RT.

"Pasangan ini awalnya digrebek warga di rumah kos. Indikasinya penghuni kos wanita, memasukan pria yang bukan suami istri," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Selanjutnya untuk menghindari tindakan main hakim sendiri, anggota Satpol PP membawa pasangan yang digrebek warga ke Kantor Satpol PP Kota Kediri untuk kepentingan pendataan dan pembinaan.

Nur Khamid membenarkan pasangan pria saat masuk ke kamar kos cewek dengan menyamar memakai jilbab.

Pasangan pria ini masuk rumah kos cewek untuk menemui pacarnya. Selanjutnya digrebek warga," jelasnya lansir tribunnews.com.

Untuk pembinaan, pasangan yang berstatus pelajar ini diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Petugas juga mendatangkan keluarganya untuk menjemputnya.

Semoga dengan kejadian ini bisa membuat kita lebih mengawasi putra putri kita. Jangan sampai hal memalukan ini terjadi kepada anak-anak dirumah.

Demikian yang bisa kami informasikan kepada anda, banyak hikmah dari kisah di atas silahkan ambil yang baik namun jangan ambil yang buruk. Terimakasih

Sumber : wajibbaca.com

Suami Minta Maaf, Istri Wafat Tersenyum Usai Lahirkan 3 Bayi Kembar, Ini Pesan Menyentuh Untuk Anak

Suami Minta Maaf, Istri Wafat Tersenyum Usai Lahirkan 3 Bayi Kembar, Ini Pesan Menyentuh Untuk Anak

Seorang ibu di Desa Suka Makmur, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Dili Serdang, Sumatera Utara meninggal dunia dalam keadaan tersenyum setelah melahirkan.
Ibu tersebut bernama Dina Nasution. Ia menghembuskan napas terakhirnya setelah beberapa hari melahirkan tiga anak kembar.

Awalnya, Dina Nasution tidak mengalami keluhan setelah melahirkan tiga anak kembar.

Namun, beberapa hari kemudian kondisi kesehatan Dina Nasution mengalami penurunan hingga kahirnya ia meninggal.

Kini, ketiga anak kembar Dina Nasution telah berusia sekitar 15 hari. Tiga anak kembar itu diasuh oleh suami Dina, Heri.

Melalui Facebook bernama Erick Ibrahimsyah Riswanto, Heri sempat menyampaikan permintaan maafnya.

Ia meminta maaf kepada anak-anaknya yang bernama Khila, Khira, dan Khina. Heri merasa gagal menjaga ibu dari anak-anaknya.

“Kakak Khila, maafin ayah karena enggak bisa jagain Ami buat kalian ya,” katanya.

Ia berharap tiga anak kembarnya itu tumbuh menjadi anak yang sehat dan saling menjaga satu sama lainnya.

“Kakak Khila bantuin ayah buat jagain adik-adiknya, ayah tahu ini berat tapi Allah memang lebih sayang sama Ami.

Nanti kalau Kakak Khila, Khira, dan adik Khina sudah besar, ayah bakal sering ajak ziarah ke makam Ami ya,” ujarnya.

Meninggal Tersenyum
Beredar di media sosial seorang ibu wafat sesaat setelah melahirkan 3 bayi kembarnya.

Unggahan tersebut menjadi sorotan dan mendapatkan perhatian dari warganet.

Pasalanya ibu yang wafat tersebut menunjukkan wajah yang berseri saat meninggal.

Kabar ini beredar di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @memoefriantto.

Dalam keterangan unggahan tersebut hanya menyampaikan doa kepada ibu yang wafat tersebut.

“Semoga husnul khotimah,” tulisnya.

“Perjuangan seorang ibu, nyawa pun jadi tauruhannya untuk melahirkan putra putri nya.”

“Seorang ibu dimedan meninggal karena mengalami pendarahan setelah melahirkan ketiga putri kembarnya.”

Ditelusuri tribunjabar.id, postingan viral tersebut pertama kali diunggah di akun Facebook Yenni Yohana Marpaung.

“Tuhan yg memberi tuhan yg mengambil.. Terpujilah tuhan, Perjuangan melahirkan 3 ank kembar..”

“Surga tempatmu ya din Tuhan lebih sayang samamu…” tulis akun Facebook tersebut.

Diketahui ibu yang wafat setelah melahirkan 3 bayi kembarnya itu adalah Dina Nasution.

Nyawa Dina Nasution saat proses persalinan tak terselamatkan.

Ia mengalami pendarahan setelah melahirkan sehingga membuatnya tak bisa bertahan.

Santer postingan ini pun mendapatkan perhatian dari warganet.

Warganet yang menyampaikan doa untuk Dina Nasution yang telah berjuang melahirkan ketiga buah hatinya itu.

Kebanyakan warganet mengirimkan doa untuk Dina Nasution dengan harapan meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Seperti yang ditulis, Indah Setyo Gita Rini, “Semoga khusnul khotimah aamiin yaa Allah..”

Kholifah Ifa, “Surga menantimu sayang smg ank2 qm ..jd ank sholeh sholikha..amiin.”

Sisi Bromo, “Ya’allah mudah2 an keluarga d berikan kekuatan dan bayi mungil d berikan kesehatan ya’allah ibu surgalah tempatmu ibu semoga pengorbanmu bermanfaat untuk bayi2 mungil amin…amin YRA.”

Iga Mardva,”Surga menunggumu, Aamiin.”

Dilansir tribunjabar, postingan viral ini baru diunggah baru-baru ini, Selasa (3/12/2019).

Sampai berita ini diturunkan, Rabu (4/12/2019) pukul 16.10 WIB, unggahan viral itu disukai 20 ribu like, mendapatkan 2 ribu komentar, dan sudah dibagikan 19 ribu kali.

Adapun dalam unggahan video, momen mengharukan pun terjadi.

Tubuh Dina Nasution yang meninggal itu tampak sudah dibalut dengan kain kafan.

Matanya yang sudah tertutup itu, tampak menunjukkan wajah berseri.

Sebelum dikebumikan, ketiga bayi kembarnya di dekatkan di samping jasadnya.

Momen mengharukan itu pun pecah. Terdengar suara orang-orang yang menyaksikannya menangis haru.

Sumber: tribunnews.com

Hidup Menderita di Rumah Petak 2×6 Meter, Ini Kisah Ibu Muda yang Dicerai Suami lantaran Lahirkan Bayi Cacat

Hidup Menderita di Rumah Petak 2×6 Meter, Ini Kisah Ibu Muda yang Dicerai Suami lantaran Lahirkan Bayi Cacat

SURABAYA–Seorang ibu muda di Surabaya dikabarkan diceraikan oleh sang suaminya lantaran dirinya melahirkan bayi cacat. Kabar ini pun langsung viral di media sosial.
Dikabarkan ibu bernama Dina Oktavia itu ditinggalkan suami gara-gara sang suami malu punya anak tak normal.

Dina Oktavia tak menyangka kehadiran buah hati hasil pernikahannya dengan sang suami justru menyebabkan keretakan rumah tangganya.

“Suami saya sudah satu bulan ini pergi, katanya malu punya anak tidak sempurna,” ungkap Dina yang bercerita sambil berkaca-kaca.

Sang anak yang bernama Pandhu itu memang mengidap penyakit tak biasa. Menurut diagnosa dokter, Pandhu mengidap Hidrosefalus, sang anak pun juga mengalami kerusakan pada bagian wajahnya, khususnya di bagian bibir, hidung dan kedua matanya.

Selain sang suami yang merasa malu memiliki anak yang terlahir tidak sempurna, mertua Dina pun enggan mengakui keberadaan Pandhu yang merupakan cucunya.

Dina menceritakan, pernikahannya itu sempat ditentang sang mertua lantaran kondisi Dina yang berlatar belakang keluarga tak beruntung. Namun, pasangan muda itu masih bisa menjalani cobaan itu hingga memiliki buah hati.

Namun, belakangan, sang suami beserta keluarganya enggan mengakui Pandhu lantaran terlahir dalam kondisi tak normal.

“Malu gara-gara cucunya gak sempurna,” terang Dina.

Penderitaan Dina pun kian bertambah, saat belakangan sang suami menyuruh dirinya mengurus cerai sendiri.

“Untuk makan sehari-hari kadang ada kadang enggak gitu saya harus ngurus cerai sendiri,” ucap Dina.”

Dina Oktavia (21) tinggal di tempat yang sangat memprihatinkan. Di rumah petaknya yang berukuran 2×6 meter itu, dirinya harus membesarkan anaknya yang berkebutuhan khusus.

“Saya sewa perbulan lima ratus ribu,” kata Dina saat ditemui di rumahnya di kawasan Jojoran STAL 5B, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Ahad (1/12/2019).

Menurut Dina, dirinya ingin membesarkan anak semata wayangnya dalam kondisi yang layak.

Hanya saja, kondisi ekonomi memaksa dirinya tinggal di rumah yang sempit bersama ibu kandung dan anak semata wayangnya yang berkebutuhan khusus.

Belum lagi, rumah itu banyak tikus yang berkeliaran. Sehingga, Dina mengaku takut anaknya digigit. Dina trauma terhadap gigitan tikus.

Sebab, kondisi anaknya yang mengidap Hidrosefalus ditengarai lantaran virus tikus.

“Saya waktu hamil dua kali digigit tikus,” katanya.

Sehingga, ia pun berharap keluhannya itu didengar oleh Pemerintah Kota Surabaya bahkan Pemerintah Provinsi Jatim.

“Ingin anak saya terjamin. Agar lekas sembuh,” harapnya.

SUMBER: TRIBUNNEWS.COM

Berani Pacaran di Daerah ini Maka Taruhannya Adalah Nyawa, yang Bekasi Wajib Hati-Hati

Berani Pacaran di Daerah ini Maka Taruhannya Adalah Nyawa, yang Bekasi Wajib Hati-Hati

Di zaman sekarang nampaknya masyarakat semakin berani saja mengumbar kemesraan di depan umum.
Kalau dulu orang-orang cenderung merasa malu dan enggan memperlihatkan hubungannya dengan pasangan di depan khalayak ramai, sekarang sepertinya itu sudah jadi hal lumrah.

Entah itu mereka yang sudah dewasa, anak-anak muda, bahkan anak usia sekolah dasar sekarang sudah berani pamer kemesraan dengan yang mereka sebut pacar di depan umum.

Entah trend apa yang sedang terjadi kali ini sampai-sampai hal yang dulunya tabu menjadi sangat ‘murahan’.

Tak heran bila banyak orang-orang yang peduli berusaha melakukan segala cara untuk mencegah praktik ‘bermesraan di depan umum itu’.

Salah satunya adalah dengan cara paling mudah yaitu memasang larangan berpacaran di tempat-tempat ‘strategis’ dalam bentuk poster sampai spanduk.

Seperti salah satunya yang terletak di kawasan Bekasi dan sempat sangat viral beberapa waktu lalu.

Spanduk di Bekasi Bernada Ancaman

Kalau kalian sempat mendapati beberapa bentuk larangan berpacaran, mungkin isinya memang sangat unik ya. Ada ya penuh sindiran, lelucon, sampai yang terkesan ancaman.

Bekasi memiliki satu wilayah yang memasang sebuah spanduk larangan pacaran dengan isi berupa ancaman.

Spanduk yang konon terletak di daerah Vila Mutiara Gading 2 ini sangat mencuri perhatian masyarakat ketika pertama kali diunggah oleh seorang pengguna twitter.

Bagaimana tidak kontroversial, dalam spanduk tersebut bertuliskan, “ANDA Nekad Berbuat Asusila (Pacaran) di Wilayah ini NYAWA TARUHANNYA.

Tertangkap Warga, BONUS Dihajar sampai KLENGER!!!” Ngeri nggak sih kalian membacanya?

Bayangkan saja di suatu hari ada sepasang muda-mudi sedang berduaan dan tiba-tiba ada segerombolan warga datang ‘menghabisi’ mereka. Pasti rasa malunya akan lebih besar dibanding sakit karena babak belur ya.

Larangan Itu Dibuat Oleh Beberapa Organisasi

Spanduk kontroversial tersebut ternyata bukan semata-mata dibuat oleh pemerintah daerah setempat. Karena melihat beberapa catatan kaki yang tertera, sepertinya memang beberapa aliansi warga yang telah berinisiatif memunculkannya.

Di bagian bawah spanduk dituliskan informasi tentang si pembuat yaitu dari Forum Warga Peduli Lingkungan Vila Mutiara Gading 2.

Forum tersebut kemudian diduga terdiri dari beberapa kelompok masyarakat, antara lain Gerakan Warga Anti Maksiat, Pornoaksi, Miras, dan Narkoba atau GAMPAR.

Ada juga dari LASKAR atau Warga Lingkungan Anti Asusila, Pornoaksi, dan Miras. Serta yang terakhir adalah dari Solidaritas Kesatuan Warga Anti Maksiat atau SIKAT.

Tiga organisasi itulah yang disebut-sebut menjadi pencetus dibuatnya larangan anti pacaran yang terpampang di pinggir jalan itu.

Banyak yang Berbuat ‘Asusila’ Sebelumnya di Daerah Itu

Saat gambar spanduk tersebut menyebar di media sosial, tentu saja banyak yang bertanya-tanya apakah pantas hukuman sekejam itu diberikan.

Bahkan sang pengunggah pun berpendapat bahwa sanksi yang tertulis lebih memalukan dibanding bila ada sejoli dihukum diarak keliling kampung.

Namun setelah ditelusuri, warga tidak serta merta membuat hukuman tanpa adanya kasus yang serius.

Menurut penuturan beberapa netizen, ternyata lokasi terpasangnya spanduk tersebut memang bisa dibilang sangat rimbun karena banyaknya pepohonan di sana.

Dan pepohonan yang harusnya memperindah pemandangan, malah disalahgunakan sebagai tempat kebanyakan orang berbuat ‘mesum’.

Jadi ya wajar saja bila kemudian masyarakat sekitar merasa lingkungannya telah dicemari oleh mereka yang tak bertanggungjawab.

Spanduk Tersebut Menimbulkan Pro Kontra

Bila dilihat dari penyebab pembuatannya mungkin kita menganggap wajar saja bila warga menggagas spanduk berisi ancaman.

Tapi banyak yang merasa bahwa ancaman tersebut sangat mengintimidasi. Masih banyak jenis sanksi lain yang sebenarnya bisa diberikan oleh warga selain pengadilan secara fisik.

Namun ternyata yang terjadi di Bekasi ini bukanlah satu-satunya contoh. Sebelumnya pihak yang berwajib juga sempat memasang spanduk dilarang pacaran di salah satu lokasi di Jakarta Timur.

Dan tak hanya di Ibu Kota, Solo juga sempat memasang spanduk larangan berbuat maksiat di tempat berkumpulnya anak muda di daerah Sukoharjo.

Melihat fenomena ini mungkin kita semua jadi bertanya-tanya, apakah iya anak-anak zaman sekarang harus diberikan ancaman kasar terlebih dahulu agar tak lagi melakukan hal-hal berbau maksiat?

Kasus spanduk ancaman ini sebenarnya bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi mungkin tepat bila warga memutuskan untuk memberikan ancaman keras agar tak lagi ditemukan kasus ‘mesum’ di sana.

Namun di sisi lain, tidak bisakah mereka mencoba cara lain yang lebih halus? Tentunya mereka yang membuat aturan ini lebih tau kondisi di sana daripada kita sih.

Dan apakah para pelaku seketika akan bertaubat dengan adanya peringatan tersebut, atau malah mencari lokasi baru? Itu adalah salah satu pertanyaan yang harus dicari tau jawabannya.

Sumber: boombastis.com

Gara-gara HP, Siswi SMP di Bulukumba Adu Jotos Dengan Gurunya

Gara-gara HP, Siswi SMP di Bulukumba Adu Jotos Dengan Gurunya

Seorang siswi SMP dan gurunya di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) terlibat adu jotos.
Perkelahian antara siswi dan gurunya tersebut membuat heboh dunia pendidikan di Kabupaten Bulukumba, terlebih setelah video tersebut viral di media sosial, Selasa (3/12/2019).

Siswi tersebut berinisial SAL (14). Warga Kecamatan Kajang, Warga desa Bontobaju, Kajang. Sedangkan sang guru inisial AS (27) warga desa yang sama.

Saat SAL dibawa ke ruang guru BP untuk ditanya soal insiden tersebut, dia merasa takut. Bahkan dia jatuh pingsan.

Kasus perkelahian antara siswi dan guru ini telah ditangani oleh Polisi Sektor Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

Guru AS dan ibu korban juga dipertemukan di Mapolsek Kajang untuk membahas langkah hukum selanjutnya.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra, perkelahian terjadi pada hari Senin (2/12/2019) kemarin.

Saat itu, siswi tersebut dilihat oleh gurunya mengambil handphone dari bagasi motornya lalu dimasukkan ke saku baju.

Saat ditanya oleh guru, siswa tersebut berusaha mengelak. Namun saat diperiksa, ditemukan handphone tersebut. Padahal, pelajar tidak diperkenankan membawa HP.

Saat itulah, tarik menarik terjadi, karena siswi itu tak mau handphone-nya disita guru. Dia berusaha menghalau dan melawan.

Guru yang menghalau terjangan muridnya, akhirnya mendorong si murid.

“Murid seolah-olah melawan sehingga terjadi penganiayaan oleh ibu gurunya dengan cara menempeleng dan memukul pada bagian dada kemudian dilerai oleh siswa lainnya,” kata  Berry Juana Putra.

“Selanjutnya datang gurunya Pak AR dengan maksud melerai, dengan memukul pundak korban sambil mengatakan jangan melawan gurumu selanjutnya dipisahkan,” sambungnya.

Sumber: islampos.com

Bikin Haru, Meski Beda Agama Majikan Ini Berangkatkan Umrah Pengasuhnya yang Setia Selama 24 Tahun

Bikin Haru, Meski Beda Agama Majikan Ini Berangkatkan Umrah Pengasuhnya yang Setia Selama 24 Tahun

Keberagaman agama di indonesia harusnya benar tidak jadi penghalang kebersamaan. barangkali, kamu pula memiliki sahabat ataupun teman yang berubah kepercayaan, tetapi bukan sebab buat memecah keakraban. sebelumnya, di sosial media pula viral kerabat kembar yang mempunyai kepercayaan berubah, tetapi mereka masih dekat serupa sebelumnya.
Kali ini, cerita tentang perbandingan kepercayaan yang mengharukan pula banyak menyita atensi netizen. cerita tersebut tiba dari wine fallensky. awal mulanya, dia cuma memberikan kisahnya di instagram, tetapi siapa sangka cerita yang dia bagikan jadi viral dan juga banyak memegang hati warganet. serupa apa kisahnya? berikut cerita lengkapnya.

Banon priyati yang mengurus wine sepanjang 24 tahun

Banon dan juga wine
banon priyati menggambarkan penjaga wine semenjak dia masih kecil sampai beranjak berusia. keakraban mereka tentu aja bukan serupa pembantu dan juga majikan biasa. mereka sudah serupa kerabat. di mata wine, banon menggambarkan wujud yang sepanjang ini diketahui pekerja keras, setia dan juga religius. di umurnya yang tidak lagi muda, banon senantiasa bekerja, terlebih lagi memakai duit gajinya buat dikirimkan ke anak cucu.

Banon bermimpi mau ke tanah suci semenjak lama

Bagaikan orang terdekat banon, tentu dia ketahui bila pengasuhnya mempunyai impian buat dapat berangkat ke tanah suci. tidak cuma harapan, dia pula sudah menyisihkan sedikit demi sedikit duit buat ditabung semenjak lama. tetapi sayang, tabungan tersebut berulang kali wajib dipakai buat keperluan keluarga. walaupun demikian, bagi wine, mengurus passport banon tidaklah perihal yang gampang. perihal itu karna berkas dan juga dokumen yang wajib disiapkan malah tidak terdapat. terlebih lagi akta kelahiran banon sudah dimakan rayap. walhasil, wine cuma memakai akta nikah banon buat pengurusan passport.

Walaupun berubah agama, tetapi bertekat buat memberangkatkan umrah

Tampaknya, perbandingan agama tidak jadi sebab buat tidak silih mencurahkan kasih sayang. sehabis sekian lama banon mengabdi bagaikan penjaga dan juga asisten rumah tangga, wine bertekat buat mewujudkan impian wine berangkat ke tanah suci. wine memakai honor pertamanya buat membiayai banon ke tanah suci. wine pula berkolaborasi dengan si adik buat mewujudkan impian penjaga mereka. tidak cuma wine dan juga adik, kedua orangtua wine pula menunjang keputusan mereka.

Wine terencana memilah paket yang amat mahal

Bagi wine, begitu banyak orang yang nyinyir dengan impian banon yang mau berumrah. banyak yang berpikiran bila nenek – nenek yang bekerja bagaikan pembantu serupa banon tidak bisa jadi dapat ke luar negara. mendengar itu, wine juga terbuat gusar. seperti itu yang memacu wine buat memilah paket umrah yang amat mahal, supaya para orang nyinyir kian sakit hati. di akhir postingan, wine pula menegaskan netizen buat tidak menyepelehkan apa juga profesi teman , terlebih harapan dan juga impian orang yang taat beribadah. menjawab postingan wine, begitu banyak warganet yang terbuat terharu. terlebih lagi mendoakan supaya wine tetap diberi rezeki.

Seperti itu cerita wine dan juga si pengasuhnya yang berubah agama. memandang keakraban tersebut tentu buat hati adem kan? bahwa wine dan juga nenek banon dapat, tentu kita pula dapat silih menghargai perbandingan beragama, kan?

( sumber: https: //www. boombastis. com/ )